Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Jenis Jenis Shot - Fotografi

Dunia Fotografi adalah dunia imajinasi yang terus berkembang layaknya alam semesta, dimana hasil karya - karya tercipta didapatkan dari hasil imajinasi tiap - tiap fotografer yang sesuai dengan selera mereka masing - masing.

Untuk mendapatkan hasil karya yang bernuansa sinematik dibutuhkan pengetahuan dasar tentang ambilan gambar.

Pada umumnya jenis shot terbagi menjadi 3 bagian : 

1. Close Shot atau Detail Shot Terdiri dari
Extrim Close Up, Big Close Up, Close Up.
2. Midle shot
Medium Close up, Medium Shot, Medium Long Shot
3. Wide Shot
Full Shot/Long Shot, Extrim Long Shot.

Klik untuk perbesar
Sudut Pengambilan Kamera


1. Bird eye view
Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.
2. High Angle
Posisi kamera sedikit lebih turun dari ketinggian Bird eye view
3. Eye/Normal Level
Posisi kamera sejajar dengan mata object.
4. Low Angle
Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.
5. Worm's Eye View
Posisi kamera lebih rendah dari sudut ambilan Low Angle
0 komentar

Tips Fotografi MacroMax (Macro Maximal)

So, kali ini gue iseng - iseng nulis tentang fotografi untuk menuhin postingan di blog gue, kali ini gue akan bahas fotografi macro. omong - omong judul postingan ini memang tidak semurah isi potingannya.
Fotografi macro merupakan salah satu genre dalam fotografi, pada awalnya fotografi macro digunakan oleh kalangan sainstis untuk melakukan penelitian pada serangga-serangga. Hingga akhirnya menjadi salah satu genre dalam fotografi.

Fotografi macro adalah suatu aktifitas memotret dengan jarak yang dekat dengan mengambil gambar hampir memenuhi bidang secara keseluruhan, fotografi macro tidak hanya memotret serangga-serangga saja, tapi anda juga bisa memotret yang lainnya seperti tumbuh-tumbuhan, bunga, buah dll.

a.    Gunakanlah Lensa Macro untuk mendapatkan hasil yang optimal

Memang benar pencinta fotografi macro tidak selamanya harus memiliki lensa khusus untuk macro. Jika anda bertanya-tanya kepada diri anda sendiri “Rahasia apakah untuk mendapatkan foto yang menakjubkan.?” Sudah tentu jawabannya tiada dua, yakni Lensa Macro. Lensa khusus ini mempunyai DOF (dept-of-field) yang sangat dangkal, jadi ketika anda memotret bunga (misalnya) maka anda akan mendapatkan background yang out of focus dan foreground yang focus. Dan jangan lupa untuk menggunakan tripod saat anda ingin memotret

b.    Jika tidak mampu, maka belilah Filter Zoom

Ini adalah solusi bagi anda untuk mencari jalan keluar ketika anda sedang belum mempunyai cukup uang untuk membeli lensa macro yang harganya sangat mahal itu. Filter close-up adalah solusi untuk anda. Anda bisa membelinya ditoko-toko fotografi dengan harga seperempat lebih murah. Filter ini tidak berbeda dengan filter lainnya, hanya lebih tebal dari pada filter lainnya. Bentuknyapun fleksibel dan dapat dipasangkan dengan camera canon & nikon, yang menjadi kelebihannya adalah harganya sangat terjangkau namun untuk mendapatkan hasil yang baik anda harus membelinya yang berkualitas.

c)    Ciptakan Hujan Bohongan

Mungkin ini akan membuat anda sedikit menggelitik dengan trik ini, yaitu kita menciptakan hujan bohongan dengan suatu trik tertentu. Yaitu dengan cara mengambil botol semprotan air dan isilah air kedalam botol lalu semprotlah pada bunga beberapa kali percikan semprotan. jangan khawatir, anda tidak akan pernah ketauan oleh siapaun kalo anda telah merekayasa foregroundnya karena tidak ada satupun orang bisa mengetahui “apakah ini hujan asli atau tidak”. Cukup mudah sekalikan.?

d)    Trik Dasar Rekayasa Background

Disini kami akan mulai dulu dengan membahas dengan background putih, jika anda ingin memotret suatu object dengan latar belakang bewarna putih, maka ambillah kertas putih polos. Cukup satu lembar dan tempatkan pada backgroundnya, maka anda akan mendapatkan background yang bewarna putih, namun anda bisa mengexplore dengan warna-warna lain sesuka anda. Misal anda ingin background dengan warna hitam, anda bisa menggunakan kertas carton yang banyak dijual ditoko-toko atau anda bisa membeli kain beladu sepanjang 1 meter dan letakanlah dibelakang object tersebut.

Namun anda harus ingat ketika anda ingin memotret dengan warna background hitam, anda harus mengatur jarak beberapa meter antara foreground dan background sehingga anda akan mendapatkan warna yang sangat hitam, begitupun dengan warna-warna lainnya.

(Berbagai Sumber)
0 komentar

Peralatan untuk Foto Landscape

Sebagian kalangan fotografer ada yang mengatakan bahwa fotografi landscape cukuplah rumit untuk ditekuni, namun sebagian yang lain mengatakan bahwa ini adalah pekerjaan yang tidak rumit dan sangat menyenangkan bagi mereka yang mencintai vista/pemandangan. Tentunya untuk melakukan pekerjaan ini ada beberapa peralatan yang harus anda siapkan sebelum anda melakukan pemotretan. Beberapa perlatan tersebut adalah :

1.    Dapatkan Foto Tajam Dengan Tripod


Tripod berfungsi untuk menghindari goyangan-goyangan saat anda sedang memotret dan berharap hasil foto yang tajam/sharp. Kualitas tripod memungkinkan anda mendapatkan gambar yang dengan ketajaman yang berkualitas. Ditoko-toko fotografi kita bisa mendapatkan berbagai jenis tripod dan berbagai pula harga yang ditawarkan dan yang kadang membuat kita bertanya “Hey Tripod Mana yang Handal dan Terjangkau.? Tentunya pertanyaan ini akan ada selalu dalam benak kita saat pertama kali anda membeli alat ini.

Harga Tidak Pernah Menipu

Untuk mendapatkan gambar yang tajam seperti para fotografer professional dibutuhkanlah suatu trik, yaitu memotret diatas tripod, tugas utama tripod adalah untuk menjaga kamera agar tetap stabil dan mantab. Tetapi tidak semua tripod memiliki kualitas yang sama. Harga memang tidak pernah menipu, adapun yang mengatakan “Kualitas tripod murah tidak membuat gambar anda semantap yang anda harapkan” itulah salah satu alasan mengapa harganya murah.

Ballhead Tripod


Saat anda membeli tripod dengan kualitas Pro, anda hanya akan mendapatkan tripodnya saja tanpa ballhead yang terpasang pada tripodnya. Tidak seperti tripod dengan harga yang murah yang sudah terpasang ballhead pada tripodnya. Jadi anda harus membeli ballhead secara terpisah. Anda akan sangat jatuh cinta dengan ini karena kualitas ballhead yang tidak murah akan membuat anda merasakan kenikmatannya yang begitu luar biasa, anda akan sangat mudah memosisikan kamera secara akurat, dan hebatnya ballhead ini akan mengunci kamera anda dengan mantab sehingga kamera anda tidak mudah tergelicir setelah anda menentukan ambilan gambar anda.

2.    Kabel Rilis


Setelah kita mengetahui cara mendapatkan gambar yang tajam dengan tripod kualitas-pro, namun ini kurang lengkap tanpa adanya kabel rilis. Percaya atau tidak, saat anda menekan tombol shutter, kamera akan mengakibatkan goyangan sedikit dan akibatnya anda akan kehilangan foto yang tajam. Maka dari itu kita membutuhkan kabel rilis sebagai pelengkapnya. Saat ini sudah banyak di toko-toko yang menjual kabel rilis nirkable (tanpa kabel) yang harganya relative murah. Dan akhirnya anda akan mendapatkan foto lebih dari sekedar lumayan tajam.

Manfaatkanlah Self-Timer


Jika anda tidak ingin repot – repot mengeluarkan dana untuk membeli kabel rilis, maka gunakanlah self-timer yang terdapat pada kamera. Anda memotret tanpa menyentuh tombol shutter dan anda akan mendapatkan foto yang tajam. Anda tinggal mengatur self-timer yang ada pada kamera anda.

3.    Siapkan Uang Untuk Membeli Lensa Wide Angle


Dengan lensa wide angle memungkinkan anda mendaptkan gambar dengan cakupan yang luas. seringkali kita dikecewakan oleh hasil bidikan kita saat memotret pemandangan, karena apa yang kita lihat tidak serupa dengan hasil bidikan, jika anda menginginkan gambar pemandangan keseluruhan maka belilah lensa super wide angle (sekitar 12mm) untuk mendapatkan keindahan alamnya.

4.    Filter


Dalam dunia fotografi, alat ini adalah sesuatu yang tak boleh dilewatkan. Alat ini berguna untuk menambah efek-efek tertentu yang dihasilkan dari filter tertentu.

Macam-Macam Filter

1.    Filter UV/ Ultraviolet
Untuk menyaring sinar ultraviolet yang sering dipergunakan dalam pemotretan landscape. Selain itu, filter ini juga berfungsi untuk melindungi lensa dari benturan maupun goresan.

2.    Filter CPL/ Circular Polarizing Filters
Filter ini wajib dimiliki oleh seorang fotografer. Gunanya untuk "mengendalikan" refleksi pada permukaan benda seperti kaca (bukan cermin) dan air. Selain itu, filter ini juga dapat meningkatkan kepekatan warna terutama warna biru pada langit.

3.    Filter ND/ Neutral Density
Filter ini juga wajib dimiliki seorang fotografer landscape. Fungsinya untuk menghambat cahaya yang terlalu kuat. Tanpa filter ini, seorang fotografer tidak dapat menciptakan efek "kapas" pada pemotretan air yang bergerak di siang hari yang terang benderang, misalnya air terjun atau ombak di antara bebatuan.

4.    Graduated ND Filter
Filter gradasi untuk menyeimbangkan eksposur langit dan permukaan bumi, di mana eksposur di langit terlalu terang sedangkan di bumi terlalu gelap. Cara penggunaannya ialah. bagian gelap pada filter di posisi atas guna menghambat cahaya di bagian langit.

Di era kamera film, filter ini menjadi kebanggaan para fotografer landscape, namun dengan adanya software seperti Photoshop, fotografer yang telah menguasai software lebih senang menggunakan filter di Photoshop karena selain lebih fleksible, hasilnya juga lebih hebat.
0 komentar

Disini Jual Hasil Foto Anda

Fotografi landscape merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan karena selain kita bisa jalan-jalan dengan teman, keluarga ataupun pacar, kita juga bisa menikmati pemandangan-pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Kacuali perkotaan. Namun tidak sampai itu saja, kita bisa menjual foto landscape hasil bidikan kita lalu menjualnya ke berbagai media.
Ada banyak media dimana kita bisa menjual foto koleksi kita & salah satunya adalah menjualnya di internet.

Berikut ini saya lampirkan beberapa link yang anda bisa mejual foto anda disana.
  1. http://www.shutterstock.com/
  2. http://www.123rf.com/
  3. http://www.istockphoto.com/
  4. http://au.fotolia.com/
  5. http://depositphotos.com/
  6. http://www.alamy.com/
  7. http://www.photoshelter.com/
  8. http://www.crestock.com/
  9. http://www.veer.com/
  10. http://www.dreamstime.com/
  11. http://www.featurepics.com/
  12. http://www.texturevault.net/
Beberapa Tips Menjual Foto
  1. Perhatikanlah Noise pada foto, jika terdapat noise maka gunakanlah software olah digital untuk menghilangkan noise. Software olah digital yang biasa digunakan oleh para fotografer Pro adalah Adobe Photoshop CS (Creative Suite)  atau terbarunya CC (Creative Cloud) dan Adobe Lightroom.
  2. Jangan gunakan Watermark / Logo pada foto.
  3. Atur DPI sampai 300.
  4. Hasil foto Sharp / tajam, kadang lain foto blur / soft focus bisa menjadi terlihat unik. Semua tergantung pada kekreativitasan pada diri anda.
Sekian dari tulisan yang saya sajikan untuk anda, semoga ini bermanfaat bagi anda.
0 komentar

Cara Asyik Memotret Bunga

1.    Angle yang Tepat.?


Omong – omong jika anda sering memotret bunga dengan ambilan High-Angle mungkin itu akan terlihat kurang bercerita pada foto anda. saran – saran dari para professional adalah dengan mengambil ambilan dengan Low-Angel dari tinggi bunga tersebut. Jika anda sedang berada disebuah taman, anda harus menyiapkan suatu alas untuk mengalasi dengkul anda agar tidak kotor. Akan sangat memudahkan jika bunga tersebut ada di pot-bunga seperti pot-pot bunga yang ada didalam rumah.

2.    Close-Up


Tentu, aturan ambilan secara Close-Up bukanlah aturan baku yang harus selalu dipatuhi dikalangan fotografer, namun tidak ada salahnya jika anda mengikuti aturan ini. Omong – omong jika anda ingin memotret bunga mawar, usahakanlah untuk mengatur bentuknya serapih mungkin sebelum melakukan pemotretan

3.    Ubah Backgroundnya


Bunga apakah yang anda ingin potret, bunga mawar merah atau warna putih.? Atau bunga lainnya dengan warna yang berbeda. Anda bisa mengubah backgroundnya sesuka hati anda.
Jika anda ingin memilih background dengan warna putih maka siapkanlah kertas putih / HVS dan tarulah tepat dibelakangnya. Usahakanlah terjadi backlight pada kertasnya, dengan membalakangi kertasnya dari jendela rumah atau anda bisa menambahkan cahaya untuk ditaru dibelakangnya, agar background bisa terlihat putih solid

4.    Pencahayaan yang Murah


Tidak beda jauhnya dengan point nomor 3 yang saya terangkan, anda bisa memanfaatkan jendela rumah diwaktu siang/sore hari. Dengan memanfaatkan pencahayaan tidak langsung (diffuse). Anda bisa menaru bunganya deket jendela dan tentukanlah ambilannya.

5.    Sedikit Berbuat Curang


Cara curang juga dilakukan pada nomor 3 yang ada diatas, disini adalah memanipulasi efek hujan pada bunga. Anda tidak perlu menunggu hujan untuk memotret bunga. Anda hanya perlu mengambil semprotan air dengan mengisinya dengan air bersih / jernih dan anda semprotkan sedikit pada bunga tersebut maka seketika anda bisa memotret bunga dengan tetesan air diatas bunga.

Nah itulah cara – cara yang bisa saya berikan kepada anda. walau mungkin cara ini adalah cara umum, tapi bagi anda yang masih amateur dalam bidang ini semoga cara ini bisa bermanfaat bagi anda.
0 komentar

Teknik Mengambil Foto Tack-Sharp

Foto yang tajam adalah dambaan bagi semua fotografer diseluruh dunia ini baik yang amatir maupun profesional, walaupun kadang lain bisa berpemikiran beda, karena banyak juga para fotografer suka mengambil gambar yang soft focus.
Kadang-kadang untuk mendapatkan hasil yang professional anda harus memerlukan peralatan-peralatan yang digunakan oleh professional (Scott Kelby)
Untuk bisa mendaptkan foto yang sharp/tajam memerlukan teknik-teknik dasar yang harus kita ketahui, disini saya akan meringkas sejelas-jelasnya untuk mendapatkan hasil Tack-Sharp yang saya ambil dari berbagai sumber. 

Bab 1 : Peralatan Penting

1. Gunakanlah Tripod yang Berkualitas 

Omong-omong untuk mendapatkan hasil yang Tack-Sharp anda harus mengetahui beberapa cara, nah ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang tajam sebagaimana karya-karya fotografer professional lainnya, yaitu memotret diatas tripod. 

Sadarilah bahwa kualitas tripod juga berpengaruh pada hasil foto yang anda dapat, anda harus menggunakan tripod yang kokoh sebagaimana para professional gunakan dalam sehari-harinya. Saya menyarankan kepada anda untuk membeli tripod yang berbahan carbon. Tidak punya dana untuk membeli tripod yang berkualitas.? Baca terus sampai habis. 

2. Cable Release 

Alat ini juga akan mendukung ketajaman foto anda, setelah anda menggunakan tripod dan anda memotret diatas tripod, kemungkinan kamera anda akan sedikit terjadi goyangan. Dengan alat ini anda bisa memotret tanpa menyentuh tombol shutter lagi pada kamera anda. Anda hanya cukup menekan tombol shutter yang ada pada cable release. 

Mungkin terdengarnya sepele tapi saat anda memotret dengan alat ini anda akan mendapatkan manfaat yang besar, mungkin anda akan jatuh cinta pada alat ini. Untuk permasalahan lainnya, jika anda tidak ingin mengeluarkan uang untuk membeli alat ini, anda bisa memanfaatkan fitur yang ada dikamera anda, yakni : Self-timer, ini akan sangat membantu untuk mengatasi masalah anda. Jika anda ingin membeli cable release, Saya coba sarankan kepada anda untuk membeli cable release nirkabel (tanpa kabel). 

3. Lensa Canggih itu Penting 

Ada banyak lensa-lensa dipasaran dan ditawarkan beragam harga sesuai keunggulan dari masing-masing lensa. Kecanggihan lensa menjadi peranan yang sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap peminat fotografi. 

Dengan lensa yang canggih anda dapat merasakan keajaibannya saat anda sedang memotret. Omong-omong saya tidak menyarankan anda untuk membeli lensa baru yang harganya sangat menguras dompet, namun semuanya tergantung pada kemampuan ekonomi anda sendiri dan seberapa besar kecintaan anda pada fotografi ini. 

Pada umumnya lensa mempunyai bukaan diafragma yang berbeda-beda, dan ukuran – ukuran yang berbeda ini juga menentukan ketajaman pada foto anda. misalnya lensa dengan bukaan f/1.2 – f/1.8 & f/2.8 adalah bukaan yang sangat baik untuk mendapatkan foto yang tajam. Setelah anda mengatahui alat-alatnya, kini saatnya saya mengulas trik lainnya. 

Bab II : Bagian Teknik yang ada pada Kamera D/SLR 

1. Ujilah Ruang Tajam Diafragma Anda 

Ruang tajam / depth-of-field adalah area ketajaman pada foto dari foreground maupun background. Pada dasarnya ruang tajam bergantung pada tiga hal, yakni : 

1. Bukaan diafragma 
2. Panjang lensa 
3. Jarak kamera dengan object 

Pada sebagian besar lensa, artinya pada dua stop yang lebih kecil dari pada bukaan lensa. 

Sebagai contoh : 

Jika anda memiliki lensa f/2.8, maka diafragma tertajam pada lensa itu adalah f/5.6 dan f/8. Namun untuk mengetahui sweet spot (diafragma paling tajam) pada diafragma lensa anda dibutuhkanlah suatu pengujian, yakni : 

Ikuti step-step dibawah ini : 

1. Siapakanlah kamera anda (sebisanya tarulah diatas tripod) 
2. Siapkan semacam tulisan yang jelas, boleh juga buku, majalah ataupun Koran / terserah anda 
3. Setinglah diafragma anda dibukaan terbesar terlebih dahulu. 
4. Jika anda menggunakan lensa f/5.6, maka setinglah menjadi f/5.6 
5. Aturlah Fokus sampai tepat. 
6. Lalu potretlah tulisan tadi. 
7. Setelah anda memotret dibukaan f/5.6, maka naikan f/6.7 
8. Lalu lanjutkan memotret dibukaan yang lebih kecil diafragma satu persatu sampai bukaan yang terkecil. 
9. Dan transferlah semua hasil foto anda kekomputer dan bukalah di software olah digital (misal : Photoshop) 
10. Zoomlah sebanyak mungkin dan telitilah satu persatu dari diafragma yang berbeda-beda 11. Lalu diafrgama berapakah yang lebih tajam, jika hasilnya pada dibukaan 6.7 maka itulah sweet spotnya (diafragma paling tajam) 

2. Perhatikan Fitur Vibration Reduction / Image Stabilization pada Lensa 

Fitur ini memungkin anda untuk mendapatkan gambar yang tajam ketika anda sedang memotret tanpa tripod. Dengan fitur ini anda tidak lagi memerlukan tripod pada situasi rendah cahaya. Karena fitur ini akan menstabilkan pergerakan lensa saat rana terbuka lebih lama. 

Penjelasan non-teknisnya sebagai berikut : 

Lensa-lensa yang memiliki fitur IS (pada canon) ataupun VR (pada Nikon) ini akan mencari getaran, jika lensa tidak menemukan getaran apapun maka ia akan berusaha mencarinya dan upaya terus menerus ini justru akan mengakibatkan getaran kecil pada kamera anda. Yang meyebabkan foto anda sedikit kehilangan Sharp. Maka dari itu, gunakanlah fitur IS/VS ini disaat anda sedang memotret dengan tangan, begitupun sebaliknya jika anda memotret diatas tripod maka matikanlah fitur ini dengan menggesernya ke Off. 

3. Jangan Melihat Melalui LCD 

Anda dapat mengukur tingkat pencahayaan, ketajaman & warna melalui LCD. Jika anda mengukur ketajaman pada foto melalui LCD maka yang terlihat di LCD akan tajam sesuai setingan anda. Namun ketika anda melihatnya melalui computer, maka anda akan mendapatkan kekecewaan karena telah tertipu oleh layar mungil itu. 

Untuk mengatasi hal ini gunakanlah fitur zoom yang ada pada kamera anda saat itu juga setelah pengambilan gambar. Jika foto anda tidak tajam maka anda bisa memotret ulang untuk memperbaruinya. Saat anda memotret ulang setidaknya anda harus melihat melalui jendela bidik. Gunakanlah kacamata jika mata anda min. 

Nah itulah bagian teknik setingan kamera untuk mendapatkan hasil yang tajam, dan ada satu cara yang saya ketahui untuk mendapatkan hasil yang tajam adalah menaikan shutter speednya semakin besar shutter speednya maka anda akan mendapatkan hasil yang tajam pula.

Mungkin anda akan bertanya "Mode apakah yang tepat untuk mendapatkan hasil Tack-Sharp.?". jika anda mengikuti saya meski itu tidak berdosa, saya lebih senang memakai Mode Shutter Priority ketimbang mode-mode lainnya untuk perkara ini.

Pertajam Dengan Software Olah DIgital 

Banyak hasil foto-foto yang blur.? Anda dapat merubah semua foto blur anda dengan photoshop maupun Lightroom. Tak perlu bertele – tele lagi, disini saya akan jelaskan secara ringkas. 

1. Melalui Photoshop 

Bukalah foto anda yang ingin di edit, setelah anda membukanya lalu masuklah ke Filter dan pilih sharpen – unsharp. Setelah itu aturlah dari Amount, Radius & Threshoud 

Note : Mungkin anda akan bertanya “mengapa menggunakan unsharp.?” Tak perlu terkecoh dengan namanya, justru fitur itu dapat membantu anda untuk menajamkan foto anda 

2. Melalui Lightroom 

Inportlah foto anda yang ingin anda edit, setelah anda membukanya, lihatlah kelompok panel sebelah kanan – pilihlah panel Detail dan aturlah sharpeningnya dari Amount, Radius, Detail & Masking 

Refrensi : 

1. Belfot.com 
2. Scott Kelby
0 komentar

5 Tips Memotret Satwa Liar

Bedanya pemburu foto hewan dengan pemburu daging hewan adalah pemburu daging hewan membidiknya dengan senjata dan pemburu foto hewan membidiknya dengan kamera. Baiklah… ketika anda sedang memotret satwa liar ada cara-cara yang perlu kita ketahui sebelumnya sbb.

1.    Gunakanlah Lensa Tele

Lensa tele memungkin anda mendapatkan object yang lebih jauh sesuai dengan panjang focal lensa anda. Tidak hanya itu saja dengan lensa ini juga anda akan mendapatkan depth-of-field / bokeh yang dangkal.

Pada umumnya panjang focal yang lazim digunakan para fotografer adalah 70-200 mm, kadang lain lebih panjang cukup dibutuhkan dan sangat membantu saat pemotretan. Para fotografer pro terbiasa menyukai lensa dengan panjang focal 400 mm, jika anggaran anda terbatas, anda dapat berbuat curang dengan menggunakan teleconverter atau biasa disebut tele extender. Pada dasarnya teleconverter berfungsi untuk memperpanjang rentang lensa tele. Contohnya : Jika anda menggunakan lensa kit 55 mm dan anda menggunakan teleconverter 2x maka secara instan lensa anda akan mendapatkan capaian setara dengan lensa tele 110 mm. harga teleconverter dipasaran sangat beragam, tergantung daya zoom dan merk kamera yang anda gunakan.

2.    Jika Memungkinkan Gunakanlah Tripod / Monopod

Alat ini akan sangat membantu anda saat pemotretan sehingga dapat mengurangi/mencegah goncangan-goncangan pada kamera yang dapat membuat anda kehilangan sharp. Namun jika anda tidak ingin menenteng-nenteng alat ini anda bisa menggunakan cara lainnya. Yaitu dengan memegang kamera secara benar. Salah satu contohnya :

3.    Arahkan pada Matanya

Ini merupakan salah satu teknik yang diajarkan oleh para fotografer professional favorit saya salah satunya adalah Scott Kelby.

Flickr / Eric Kilby

Beliau meyarankan dalam bukunya untuk selalu memfokuskan pada matanya, kalau bagian matanya buram, maka kacaulah foto anda. Dalam kasus lain kita sering memotret hewan yang sedang bergerak / terbang. Dan saat itulah anda harus memastikan bagian matanya in focus dan jika anda menggunakan teknik panning pastikan titik focal anda adalah pada mata. Meski semua bagian tubuhnya akan tampak buram.

4.    Jangan Cropping Terlalu Sempit

Saat anda menentukan ambilan gambar ketika sedang memotret usahakanlah memberi framing yang baik agar oject pada foto terlihat lebih enak untuk dipandang. Usahakanlah untuk tidak membingkai hewannya dengan sempit, jadi anda harus memberi ruang dalam bingkai fotonya sedikit lebih luas atau cukup luas dari objectnya sehingga foto anda akan terlihat lebih bercerita.

5.    Ciptakan Beragam Expresi yang Unik

Omong-omong ketika anda sedang berada ditempat penangkaran hewan anda harus lebih bersabar untuk menunggu expresi/momen yang unik dari sang hewan, dan yang lebih utama adalah anda juga harus menetapkan angle yang tepat terbih dahulu. Ketika anda sudah mendapatkan angle yang tepat kini anda harus menunggu expresi/momen yang unik, anda bisa memanfaatkan Mode Continuos Shooting untuk mendapatkan semua itu dari hasil rentetan foto-foto anda.

Flickr / Tambako

Dan anda dapat memilihnya ketika pulang nanti. Tidak hanya sampai itu saja Mode Continuos Shooting memungkin anda mendapatkan gambar yang tajam dari dua belas foto adalah tajam.
Sekian dari article yang saya sajikan untuk anda. Dan sedikit tambahan adalah ketika anda sedang memotret satwa liar gunakanlah ISO yang rendah setidaknya 200-400 dengan bukaan yang lebar (tergantung bukaan pada lensa anda) sehingga anda dapat menseting Shutter Speed yang lebih cepat.

Refrensi : Berbagai Sumber
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Publishing Strangergraph - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger