Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Senggang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senggang. Tampilkan semua postingan

Dosen Oh Dosen!

Dikampus tentunya banyak dosen - dosen yang sering kita temui dengan karakter yang berbeda - beda. ada yang baik banget, agak baik, baik ajah, galak banget, agak galak dan galak ajah dan juga ada yang cuek tapi nyatanya ia adalah dosen yang sangat berbahaya.

1. Dosen Muda

Kadang kalau punya dosen yang muda, egonya membludak bukan main. senggol dikit ancemannya nilai C bahkan E, padahal rajin dan selalu ngerjain tugas. agak resek sih dengan dosen - dosen yang terbilang muda. tapi kalau berhadapan sama mahasiswi cantik dan agak cantik, mulai deh naluri kambingnya keluar tapi giliran berhadapan sama cowok ..yang keluar naluri singa.

2. Dosen Cuek

Dosen - dosen yang seperti ini kadang mengasyikan, tapi sebenarnya pengawasan mereka jauh lebih teliti dari pada yang killer. tergantung dari karakter dosen juga sih, ada yang cuek tapi kasih nilai sangat baik dan ada yang cuek tapi pelit banget sama nilai.

3. Dosen Disiplin

Dateng enggak pernah telat, selalu dateng saat ada mata kuliah, memperhatikan pakaian mahasiswa dan mahasiswa yang melanggar aturan, konci pintu kelas setelah 15 menit kemudian dari jam masuk kelas, galaknya bukan main, tegasnya agak berlebihan, pulangnya selalu tepat pada waktunya, minta tugas pada mahasiswa tepat pada tanggal yang telah dibuat sebelumnya, kalau lagi ujian mendadak ambien dan suka jalan- jalan ngiterin bangku - bangku mahasiswa.

4. Dosen Anti-Mainstream

Dateng seenaknya, pake pakaian seenaknya, minta tugas seenaknya, ngeakhirin jam kuliah seenaknya, ngasih nilai seenaknya, ngasih tugas seenaknya, ngajar seenaknya. ah masih banyak lagi yang lainnya.
0 komentar

BASKOM – Bahasa Asik Saat Komunikasi

Sepertinya judul pada postingan kali ini memang tidak semurahan pada postingannya, yup ..kali ini gue mencoba nulis tentang bahasa yang asik saat kita sedang komunikasi kepada siapapun dan berapapun jumlah orangnya.

Komunikasi dapat didefinisikan sebagai social interaksi  melalui pesan – pesan, seperti penyampaian pemikiran, perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Dalam proses interaksi kepada sesama dengan menggunakan bahasa baku mengharuskan komunikasi yang efektif. (Baca : Komunikasi Efektif)

Dengan komunikasi yang efektif, proses interaksi kepada sesamapun akan terjadi sangat mudah dipahami dengan tutur – tutur gaya bahasa yang dapat dipahami. Ada banyak dialek bahasa dinegara ini, dari bahasa gaul / informal, bahasa yang dicampur adukan dengan bahasa – bahasa yang lainnya dan gaya bahasa baku / resmi.

“Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar” slogan ini sudah tentu sering kali kita dengar ditelinga kita. Lalu apa maksut dari slogan ini.? Apa kita harus menggunakan bahasa resmi dimanapun kita berada.? Tentu bukan itu.

Arti  dari Penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, tidak hanya kaidah tertulis tapi kaidah baik juga adalah bahasa baku lisan. Jelasnya .. bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaianya. bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.

Abad modernisme ini seperti yang hidup di kota metropolitan (jakarta) dimana penduduknya lebih banyak menggunakan bahasa gaul / informal. Orang yang pertama kali mencetuskan bahasa –bahasa ini banyak dituturkan oleh kalangan artis dari bahasa – bahasa lain yang sekiranya terdengar lucu apabila di ucapkan. Ada juga kata – kata penggelembungan bahasa dan menjadi suatu tren dalam gaya bahasa informal ini.

Dalam berkomunikasi dengan gaya berbahasa kita memerlukan diksi yang tepat dan sesuai dengan kondisinya baik situasi resmi maupun tidak resmi. Dalam semantik atau ilmu yang mempelajari pergeseran makna kata, kita mengenal istilah ameliorasi. Ameliorasi adalah perubahan makna kata yang lebih baik, lebih indah, lebih terhormat daripada bermakna Peyorasi. Peyorasi adalah perubahan makna kata yang lebih rendah, lebih jelek, dan kurang sopan bila kita gunakan. Untuk itu, bahasa-bahasa yang amelioratiflah yang perlu kita kembangkan dalam berbahasa.

Gaya bahasa sarkasme hendaknya dihindari dalam berkomunikasi.  Hal ini karena sangat bertentangan dengan etika berbahasa. Di samping itu juga akan menimbulkan emosi bagi orang lain. Bila emosi sudah mewarnai dalam pembicaraan maka dampak buruk bisa saja terjadi. 
 
Selain makna yang kita perhatikan dalam berkomunikasi, kita juga harus memperhatikan sikap kita saat berbicara. Karena sikap juga mempengaruhi etika dalam berkomunikasi. Bersikaplah yang wajar dan sopan.  

(Berbagai Sumber)
0 komentar

Kapan Nikah.?

Sering kali anak – anak muda seperti gue ini ditanyakan dengan pertanyaan yang ngeselin seperti : kapan lulus.? Kapan nyusul.? Mana pasangannya.? Masih mau single sampe umur udah perak bro.?
Itulah pertanyaan – pertanyaan yang menyebalkan sering kali gue denger, mungkin bagi lo semua juga udah pernah ditanyakan dengan pertanyaan serupa. Dan gimana perasaan lo.? Miris, greget, gemesin, ngeselin, nelen ludah.? *Miris komandan*

ada banyak motivasi dari alasan mereka menikah dini, bahkan saat masih kuliah’pun mereka ada yang telah menikah. Sebenarnya apa ajah si motivasi mereka menikah di usia dini.?

Berikut ini alasan umum yang sering gue temui.

1.    Karena iri pada temen yang sudah menikah
2.    Karena hamil duluan
3.    Sudah terlalu lama berpacaran
4.    Ingin memiliki anak
5.    Menghalalkan hubungan (sexs)
6.    Mengabulkan permintaan orangtua
7.    *isi sendiri*

Point – point yang gue jabarkan adalah alasan – alasan umum sebagaimana sering kita denger, namun apakah itu semua adalah alasan yang tepat untuk menikah.? apakah alasan diatas adalah alasan yang didorong akan rasa cinta.? Dan apakah pernikahan hanya membutuhkan cinta.?

Bagi lo yang muslim mungkin ini adalah alasan terburuk. karena menurut islam, alasan untuk menikah yang tepat adalah karena menjalankan sunnah baginda Nabi Muhammad Rasulullah Saw bukan semata mengikuti hawa nafsu belaka.

Begitu beratnya tanggung jawab dalam sebuah pernikahan itu yang diberatkan di punggung sang suami, dimana ia harus bertanggung jawab akan keluarga yang ia bangun. Ia juga dituntut untuk memperjuangkan hubungannya agar awet sampai kematian menjemput.  Meski terdengarnya cukup menyeramkan (bagi kaum adam) namun ini bukanlah hal yang patut dihindari melainkan untuk dijalankan.

Omong – omong jika lo yang udah mampu untuk meminang seseorang, apakah lo akan begitu sajah terburu – buru untuk menikah.? meski lo udah mempunyai pekerjaan tetap.? Dengan gaji besar, rumah yang layak, mempuyai mobil. Apakah dengan hal ini lo sudah benar – benar mampu untuk menikah.? #Mikir

Sebelum anda memasuki gerbang pernikahan, mungkin hal ini akan terlihat sangat indah bagi lo dan pasangan lo. Namun kenyataannya memang benar – benar akan indah setelah lo memasukinya. Meski gue sendiri belum pernah melakukannya. *glek*

Inti dari bualan omong kosong gue ini adalah pernikahan bukanlah semata – mata karena dorongan social, keluarga atau factor apapun itu. Melainkan kesiapan dari diri seseorang itu sendiri, mulai dari materi hingga pengetahuan tentang pernikahan itu sendiri. Seperti pernikahan orang betawi pada sebagian kecil masyarakatnya dimana orang – orang betawi harus menguasai / paham kitab kuning (kitab – kitab para klasik) hingga ilmunya benar – benar memadai.
0 komentar

Barisan Orang KATROK (Keren Tanpa Rokok)

Meski judulnya terlihat memaksakan tapi itu enggak membuat gue untuk tidak mempublish postingan ini. Disini gue enggak akan bahas tentang “Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Tubuh” karena kita tau tentang hal ini sudah acap kali diuraikan walau tulisan ini juga mungkin sering diuraikan di blog-blog manapun. Yah semoga ajah pembaca yang baik hatinya bisa tertarik akan tulisan yang gue sajikan hanya untuk lo semua.

Banyak anak muda zaman sekarang yang merokok hingga sebagian besar dari mereka menjadi perokok berat. Tidak hanya sampai itu sajah bahkan anak-anak balita, SD & SMP’pun mereka juga mengikuti aktifitas yang dilakukan orang dewasa.

Entahlah! mereka melakukannya karena kurangnya pendidikan atau pengawasan orangtua mereka hingga mereka seperti ini. *Miris bung.!*

“Lo buta huruf yeh.? Udah jelas ada bacaan bahaya merokok dibungkusnya. Tapi tetap merokok”

Jujur sajah gue enggak mau munafik akan kebenaran yang ada, karena gue sendiri’pun merokok, dari mulai temen-temen gue, temennya temen gue, cowoknya pacar gue, pacarnya temen gue, bapak gue, temennya bapak gue dan masih banyak lagi yang lainnya.

Meski Rokok itu lebih setia dari pacar gue sendiri, Tapi gue cukup prihatin dengan keadaan seperti ini, maka gue coba ambil keputusan untuk terus membeli rokok sampai rokok itu habis. Dengan seperti ini mereka tidak akan membeli rokok lagi *Buuooddoohhh*

Bagi para perokok, Rokok adalah sesuatu yang dihanggap sebagai nutrisi, dimana hidup tanpa rokok bagaikan bumi tak bermatahari *kata pepeteh* walau rokok mereka telah habis mereka akan tetap membeliny meski waktu sudah malam sekali bahkan hujan’pun mereka akan tetap pergi kewarung untuk membeli rokok. * Bagi pecandu rokok akut*

Sejarah Rokok

Berdasarkan uraian yang dijabarkan Wikipedia, manusia yang pertama kalinya merokok adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

Pengertian Perokok

Sebenarnya apa sich pengertian dari perokok itu.? Pengertian perokok adalah seseorang yang menghisap rokok melalui mulut mereka dan mengeluarkannya melalui mulut dan hidung mereka  (Lah Iyah). Disini gue buat beberapa kriteria dari perokok itu dari apa yang gue perhatikan selama ini.

1.    Perokok Aktif

Jenis perokok ini biasanya memang yang merokok hanya sekedar mencoba dan lama-lama menjadi kecanduan pada rokok itu sendiri. Alasan mereka merokok bukan didasari oleh rayuan teman atau ikut-ikutan dari lingkungan sekitar

2.    Perokok Labil

Nah beda lagi perokok yang satu ini dengan Perokok Aktif, dimana perokok aktif adalah merokok tanpa ada dorongan apapun kacuali mencoba. Namun berbeda dengan perokok labil, mereka merasa hidup dengan rokok adalah keren (ini salah satunya). Adapula mereka yang tidak merokok saat mereka bersama pacarnya (termasuk gue) dan masih banyak yang lainnya dari kriteria perokok ini.

3.    Perokok Pasif

Nah ini adalah perokok yang parah, mereka hanya merasakan imbas dari perokok yang ada disekitar, dimana para perokok yang merokok dilingkungan yang cukup tertutup hingga asap dari mereka yang keluarkan itu dihirup oleh orang yang tidak merokok.

“Mereka itu tidak punya hati, karena menebar RACUN kepada orang lain yang tidak bersalah”
Jujur sajah gue enggak mau munafik, gue sendiri’pun juga merasa sebal dengan orang yang merokok didekat gue *Sesek nafas ini bung* | dan gue sendiri juga berani jamin kepada para perokok akan sependapat dengan gue. *Yah doonk, yah kan, yaah laah*

Nah ini dia Tipe lainnya..!!!

A.    Mempunyai korek tapi tidak punya rokok
B.    Mempunyai rokok dan mempunyai korek
C.    Tidak mempunyai rokok dan tidak pula mempunyai korek

Uraian yang diatas adalah pengertian-pengertian umum yang ada disekitar kita. *Meski tidak bermafaat*. Untuk lebih detailnya gue akan jelaskan alasan-alasan dari kebanyakan mereka bisa merokok.

Biasanya kaum remaja merokok itu mempunyai beberapa pengaruh, beberapa diantaranya :

1.    Menambah kenikmatan yang didapat, misalnya setelah makan atau sedang minum kopi
2.    Dilakukan hanya untuk sekedar menyenangkan perasaan. Disaat sedang galau misalnya. *Duileh*
3.    *Isi sendiri*

Faktor Mereka Merokok

1.    Faktor Iklan
Ada banyak sekali iklan – iklan rokok yang ditanyangkan di televisi, walau gue kadang enggak ngerti dengan konsep iklan itu sendiri tapi iklan – iklan itu sukses menambah jumlah perokok.

2.    Faktor Lingkungan
Temen-temen sekolah, dikampus, tempat kerja, tempat nongkrong seperti caffe – caffe banyak sekali yang merokok. Dari sinilah semakin banyak perokok makah kemungkinannya semakin besar seseorang akan ikut merokok

3.    Faktor Orangtua
Yah mungkin sajah ada dari pihak orangtua yang merokok didepan anaknya, sehingga kemungkinan sang anak’pun akan ikut merokok sebagaimana orangtua mereka lakukan. Walau ini hanya prasangka gue tapi tidak menutup kemungkinan hal ini akan terjadi.

4.    Faktor Pribadi
Factor yang sangat berkemungkinan besar seseorang akan merokok, ini mungkin hasil dari keseluruhan factor yang gue uraikan tadi diatas. Dimana motovasi mereka cukup kuat untuk mencoba merokok. Mungkin sajah orang ini mempunyai rasa penasaran pada rokok itu sendiri sehingga dia mencobanya. *Ah Sudahlah*

Rasa Rokok.?

Banyak yang bertanya kepada yang perokok,sebenarnya apa sich Rasa Rokok itu.? Dan apa si kenikmatan dari merokok itu.? Walau mereka yang bertanya ini tergolong manusia “Kepo*, tapi gue akan jelasin untuk mereka.

Pada umumnya rokok itu ada beberapa jenis.

1.    Rokok yang bisa kita temui adalah sigaret, yaitu rokok yang dibungkus berupa kertas.
2.    Klobot yaitu rokok yang dibungkus berupa daun jagung.
3.    Kawung yaitu rokok yang dibungkus berupa daun aren
4.    yang terakhir adalah Cerutu yaitu rokok yang dibungkus berupa daun tembakau
5.    dan Beberapa tahun ini telah keluar Rokok Elektrik. Dari semua jenis-jenis rokok itu mempunyai rasa & sensasi yang berbeda-beda.

Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar, harian umum Republika, Selasa 26 Maret 2002 : 19). Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8 – 20 mg nikotin dan setelah di bakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25 persen. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.

Nikotin itu di terima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotonin. Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, Kompas Minggu 5 Mei 2002: 22). Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang.

Efek dari rokok/tembakau memberi stimulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat (Roan, Ilmu kedokteran jiwa, Psikiatri, 1979 : 33).

Itulah uraian tentang rokok, mengapa mereka bertahan untuk merokok dan terus membelinya sampai mereka benar-benar kapok.

Bayak mudharatnya ketimbang manfaatnya

Bagi kita yang perokok berat maupun ringan sebenarnya telah mengetahui tentang dari bahaya merokok itu sendiri. Ada banyak tentang uraian bahaya merokok bagi tubuh manusia. Dari dampak bagi tubuh, otak & kulit semuanya telah diuraikan dengan detail dimedia elektronik maupun media non-elektronik.

Ini bukan soal uang yang kita hambur – hamburkan untuk membeli rokok, tapi soal kesehatan yang perlu kita komitmenkan

Ada seribu harapan ketika anda sehat, dan hanya ada satu harapan ketika anda sakit #Pepatah

Dengan segala aktifitas kita, dimana tubuh kita sehat wal afiat in shaa allah semuanya menjadi lancar untuk menjalani segala sesuatu, segala yang anda inginkan, yang anda harapkan / yang anda ingin capai.

Cukup sekian postingan dari gue yang sekiranya bermanfaat bagi lo yang membaca ini.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Publishing Strangergraph - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger